RIYADHUS SHALIHIN || BAB SABAR

SABAR

Dari Yahya bin Ya’mar, ‘Aisyah radiyallahu ‘anha mengabarkan kepadanya bahwa ia bertanya kepada Rasulullah  tentang ath-tha’un (wabah yang menyebar dan mematikan), maka beliau  menjawab,

كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ ، مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِى بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ ، وَيَمْكُثُ فِيهِ ، لاَ يَخْرُجُ مِنَ الْبَلَدِ ، صَابِرًا مُحْتَسِبًا ، يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ

“Itu adalah adzab yang Allah turunkan pada siapa saja yang Allah kehendaki. Namun Allah menjadikannya sebagai rahmat kepada orang beriman. Tidaklah seorang hamba ada di suatu negeri yang terjangkit wabah di dalamnya, lantas ia tetap di dalamnya, ia tidak keluar dari negeri tersebut lalu bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.” (HR. Bukhari, no. 6619)

Kandungan Hadits:
1. Ibnu ‘Allan berkata: Jika seorang mukmin itu bersabar karena ingin mendapatkan pahala dan juga rasa harap kepada Allah, ia tahu bahwa jika wabah itu menimpanya maka itu taqdir Allah dan jika tidak menimpanya itu pun taqdir Allah, ia tidak berkeluh kesah jika terkena wabah tersebut, ia juga bersandar kepada Allah atas kesehatan dan sakitnya, maka barulah ia mendapatkan pahala syahid.
2. Sabar terhadap tho’un atau wabah yang sejenisnya akan menyelamatkan seseorang dari fitnah kubur.
3. Hendaknya seseorang tidak keluar dari negerinya jika terjadi wabah, agar wabah tersebut tidak menyebar ke negeri lainnya.
4. Pahala syahid tidaklah hanya diperoleh oleh orang-orang yang berjihad (berperang melawan orang kafir harbi) saja, akan tetapi pahala syahid diperoleh juga oleh orang-orang yang terkena tho’un, tenggelam, meninggal karena melahirkan dan lain-lain.

Note: Para Ulama kontemporer menjelaskan bahwa covid-19 termasuk ke dalam Ath-tho’un yang disebutkan dalam hadits.

(Kitab Nuzhatul Muttaqin syarh Riyadush Shalihin karya: Dr. Musthofa Sa’id Al Khin, Dr. Musthofa Al Bugho, Muhyiddin Mistu, Ali Asy-Syirbaji, dan Muhammad Amin Luthfi)

Read Previous

HISNUL MUSLIM || DO’A MASUK DAN KELUAR WC

Read Next

HISNUL MUSLIM || DO’A SEBELUM DAN SESUDAH WUDHU’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *