HISNUL MUSLIM || DO’A SEBELUM DAN SESUDAH WUDHU’

(1) BACAAN SEBELUM WUDHU’

بِسْمِ اللهِ

Bismillah

“Dengan menyebut nama Alloh (aku berwudhu)”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Menyebut nama Alloh ketika hendak melakukan suatu pekerjaan atau suatu amalan adalah hal yang baik dan juga dianjurkan, terlebih jika bacaan atau do’a tersebut memiliki landasan dalil baik pada ayat atau hadits. Salah satunya adalah bacaan sebelum kita berwudhu. Rosululloh  bersabda:

لَا وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada wudhu bagi yang tidak membaca bismillah di dalamnya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Maksud dari tidak ada wudhu dalam hadits tersebut adalah tidak sempurna wudhunya. Sehingga hukum membaca bismillah sebelum wudhu hukumnya sunnah, namun sunnah yang ditekankan. Sehingga kalau bisa jangan sampai terlewatkan.

 

(2). DO’A SETELAH WUDHU

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariikalah Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuuluh Allaahummaj-’Alnii Minat Tawwaabiina Waj-’Alnii Minal Mutathoh-Hiriina.

“Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Alloh. Ya Alloh, jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang rajin bertaubat dan menyucikan diri.” (HR. Muslim & Tirmidzi)

RINGAN DIBACA, TAPI BALASANNYA TAK TERKIRA.

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Siapa yang berwudhu dengan memperbagus wudhunya lalu ia mengucapkan ‘ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN’ (artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Alloh. Ya Alloh, jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang rajin bertaubat dan menyucikan diri.), dengan ia membacanya melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia akan masuk lewat pintu mana saja yang ia mau.” (HR. Muslim & Tirmidzi)

 

Read Previous

RIYADHUS SHALIHIN || BAB SABAR

Read Next

RIYADUSH SHALIHIN || BAB KEJUJURAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *